Sun

31

Oct

2010

Pelanggi

Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.

[sunting]Pembentukan

Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merahjinggakuninghijaubirunila, dan ungu.

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.

Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

 

Dalam penjelasan Alkitab, muncul pelangi terjadi setelah peristiwa air bah. Air Bah terjadi karena air yang berada melapisi bumi jatuh ke tanah sehingga bumi alami banjir besar. Air yang melindungi bumi di atmosfir tidak ada maka lapisan udara yang sisa hanyalah zat non air yakni ozon.

Lapisan atmosfir sesudah air bah mengakibatkan sinar matahari dapat tembus ke bumi dan membentuk pelangi sesuai dengan penjelasan di atas.

Peristiwa muncul pelangi menandakan bahwa Tuhan Allah tidak mungkin menghukum manusia sama seperti zaman Nuh. Bila sekarang alami banjir maka dampaknya tidak sebesar zaman Nuh dan disebabkan ulah manusia yang tidak memelihara kelestarian alam di bumi. Bukan manusia diberi tugas oleh Tuhan menjaga kelestarian bumi.

 Dengan masuknya sinar matahari maka suhu bumi kecenderungan meningkat akibat dari efek rumah kaca karena lapisan atmosfir bumi yang telah alami perubahan karena peristiwa air bah zaman Nuh. Efek rumah kaca selain menghasilkan pelangi juga menuntut manusia untuk lebih memperhatikan perintah Tuhan untuk memelihara dan mengelola bumi dengan lebih baik.

Write a comment

Comments: 1
  • #1

    Juicers Reviews (Sunday, 14 April 2013 21:58)

    This informative article was exactly what I had been trying to find!

Your site without ads:

Get JimdoPro!

Hey visitor!

peluang usaha