Wed

14

Mar

2012

Johannes Gutenberg

Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg (sekitar 1398 - 3 Februari 1468) adalah seorang pandai logam dan pencipta berkebangsaan Jerman yang memperoleh ketenaran berkat sumbangannya di bidang teknologi percetakan pada tahun 1450-an, termasuk aloy logam huruf (type metal) dan tinta berbasis-minyak, cetakan untuk mencetak huruf secara tepat, dan sejenis mesin cetak baru yang berdasarkan pencetak yang digunakan dalam membuat anggur.

Tradisi menamainya sebagi pencipta movable type di Eropa, suatu perbaikan sistem pencetakan blok yang sudah digunakan di wilayah tersebut. Dengan mengombinasikan unsur-unsur ini dalam suatu sistem produksi, ia memungkinkan terjadinya pencetakan materi tertulis secara cepat, serta terjadinya ledakan informasi di Eropa Renaisans.

Karya utamanya, Alkitab Gutenberg (juga dikenal sebagai Alkitab 42 baris), telah diakui memiliki estetika dan kualitas teknikal yang tinggi.

 

Gutenberg lahir di kota Mainz, Jerman, putra bungsu dari pedagang kelas atas Friele Gensfleisch zur Laden, dari istri keduanya Else Wyrich. Menurut beberapa laporan Friele adalah seorang tukang emas untuk uskup di Mainz, namun kemungkinan besar ia juga melakukan perdagangan kain sebagai sumber penghasilannya. Tahun kelahiran Gutenberg tidak diketahui persis namun kemungkinan besar sekitar 1398.

Ia menerima latihan awal sebagai seorang tukang emas. Pada tahun 1411, terjadi pemberontakan di Mainz, sehingga dia harus pindah ke Strasbourg dan tinggal di sana selama 20 tahun. Di Strasbourg, beliau menyambung hidupnya dengan membuat barang yang terbuat logam. Gutenberg menghasilkan hiasan kecil bercermin untuk dijual kepada peziarah ugama Kristen. Dia kemudiannya pulang ke Mainz dan bekerja sebagai seorang tukang emas.

Ide Gutenberg yang terpenting tercetus ketika dia bekerja sebagai tukang emas di Mainz. Dia mendapat ide untuk menghasilkan surat pengampunan dengan membentuk kop huruf untuk mencetak surat pengampunan dengan banyak agar dia mendapat banyak uang untuk membayar hutang-hutangnya ketika dia bekerja sebagai tukang logam dahulu. Waktu itu, buku dan surat ditulis dengan tulisan aksara latin dengan tangan dan mengandung banyak kesalahan ketika penyalinan, juga kekurangannya selain itu ialah lambat.

Oleh karena itu, Gutenberg pertama kalinya membuat acuan huruf logam dengan menggunakan timah hitam untuk membentuk tulisan aksara latin . Pada mulanya, Gutenberg terpaksa membuat hampir 300 bentuk huruf untuk meniru bentuk tulisan tangan yang berbentuk tegak-bersambung. Setelah itu, Gutenberg membuatkan untuk mereka mesin cetak yang bergerak untuk mencetak. Mesin cetak bergerak inilah sumbangan terbesar Gutenberg. Setelah menyempurnakan mesin cetak bergeraknya, Gutenberg mencetak beribu-ribu surat pengampunan yang disalah gunakan oleh Gereja Katolik untuk mendapatkan uang. Penyalah-gunaan ini merupakan puncak timbulnya bantahan daripada sebagian pihak seperti Martin Luther.

Pada tahun 1452, Gutenberg mendapatkan pinjaman uang daripada Johann Fust untuk memulakan proyek pencetakan injilnya yang terkenal. Bagaimanapun, Gutenberg telah dipecat dari pengurusan percetakan Injil itu sebelum dia disiapkan sepenuhnya disebabkan Gutenberg dituduh mencetak surat pengampunan, kalender dan buku bacaan ringan sebagai pengisi waktu luang. Bagaimanapun Injil yang dihasilkan masih dikenal sebagai Injil Gutenberg yang mengandung 42 baris setiap muka disiapkan yang pada 15 Agustus 1456 dan dianggap sebagai buku bercetak tertua di dunia barat.

Dua ratus jilid salinan Injil Gutenberg telah dicetak, sebagian kecilnya (lebih kurang 50) dicetak di atas kulit lembu muda. Injil Gutenberg yang cantik dan mahal itu dijual dengan harga tiga tahun gaji seorang kuli biasa. Buku itu dijual di Pameran Buku Franfurt pada tahun 1456. Secara kasar, hampir 1/4 Bible Gutenberg masih terawat sampai sekarang.

Selain menjadi ahli dalam bidang percetakan, Gutenberg juga menciptakan bahan sampingan percetakan seperti tinta dan cetakan huruf.Tinta yang digunakan terbuat dari campuran minyak, tembaga, dan timah hitam yang masih bagus warnanya. Tinta itu adalah bentuknya lain daripada tinta untuk menulis biasa karena tinta percetakan lebih pekat dan lebih lengket. Gutenberg juga telah menyempurnakan campuran logam untuk membentuk cetakan huruf dengan gabungan timah hitam, antimon dan timah yang masih baru digunakan hingga abad ke 20.

Gutenberg juga dipercayai untuk bekerja yang tugasnya ialah menyiapkan Ensiklopedia Catholicon of Johannes de Janua, setebal 748 halaman dengan 2 ruangan setiap halaman dan 66 baris setiap satu ruangan. Pada akhir hayatnya dia diterima sebagai pengiring kepada uskup besar Mainz. Pada tahun 1468 Gutenberg meninggal dan ditanam di gereja Franciscan,Mainz.

Gutenberg, melakukan pekerjaan melalui dana rentenir, yang mengakibatkan sekalipun melakukan berbagai terobosan dalam dunia percetakan, namun kemudian dimiliki oleh Johann Fust dan menempatkan anaknya yang bernama Petrus Schöffer dalam pekerjaannya. Dana pinjaman dari 8.000 gulden menjadi lebih dari 20.000 gulden sehingga bangkrut.

Pada 1462, selama konflik antara dua uskup agung, Mainz dipecat oleh uskup agung Adolph von Nassau , dan Gutenberg diasingkan. Seorang pria tua sekarang, ia pindah ke Eltville mana ia mungkin telah dimulai dan diawasi sebuah percetakan baru milik Bechtermünze saudara. 

Pada bulan Januari 1465, prestasi Gutenberg diakui dan ia diberi Hofmann judul (pria pengadilan) oleh von Nassau. Kehormatan ini termasuk uang saku , pakaian pengadilan tahunan, serta 2.180 liter liter gandum dan 2.000 anggur bebas pajak. Hal ini diyakini ia mungkin telah pindah kembali ke Mainz sekitar waktu ini, tapi ini tidak tertentu. 

Gutenberg wafat tahun 1468 dan dimakamkan di gereja Fransiskan di Mainz, kontribusinya belum diketahui. Ini gereja dan kuburan kemudian hancur, dan kuburan Gutenberg sekarang hilang.

Gutenberg sekalipun alami jatuh bangun dalam aktivitas bisnis (terjerat rentenir), namun itu lebih mendekatkan diri kepada TUHAN. Dari seorang pebisnis akhirnya diduga bergabung dengan kaum Fransiskan. Kehancuran bisnis bukanlah sesuatu yang menghancurkan kehidupan melainkan alami perubahan wawasan kehidupan yang berharap keabadian. 

 


 

 

 

2 Comments

Sat

18

Feb

2012

Peran Fungsi Garam

Garam bukan hanya digunakan sebagai penyedap rasa saja pada masakan. Tetapi lebih dari itu garam ternyata juga mempunyai manfaat yang tidak sedikit bagi kehidupan kita. Biasanya orang memanfaatkan garam untuk keperluan memasak. Sebagai bumbu, penyedap maupun keperluan sejenis. Namun ternyata garam juga bisa digunakan untuk hal lain selain keperluan dapur.

  • Telur ayam retak bila direbus, akan keluar putih telurnya. Tetapi bila telur retak ini direbus dalam air garam, maka putih telur tidak akan mengalir keluar.
  • Daun pada sayur mayur sering masih ada ulatnya, membersihkannya agak repot. Bila sayur mayur itu direndam sebentar dulu dalam air garam, maka akan mudah membersihkannya.
  • Mencabut bulu bebek, bila dalam air mendidih diberi sedikit garam, dapat mencegah tercabiknya kulit bebek dari siraman air mendidih.
  • Pada pokoknya sayur pare, lobak atau sayuran lain yang mengandung rasa pahit dan sepet, setelah dipotong lalu direndam dalam air dengan sedikit garam kemudian ditiriskan, maka dapat mengurangi rasa pahit dan sepet tadi.
  • Ikan segar bila dicuci dengan air garam, maka bisa menghilangkan bau tanah, sehingga terasa lebih segar.
  • Bagian dalam dan luar dari ikan yang tidak segar, bila dilumuri garam secara merata, lalu didiamkan sesaat baru di tim atau digoreng, maka rasanya akan kembali segar.
  • Sebelum menggoreng ikan atau memasak makanan lainnya;bila pada wajan diberi sedikit garam, maka minyak tidak akan memercik keluar wajan.
  • Waktu membuat roti Mantou bila diberi sedikit garam, maka mantou yang dikukus jadi empuk dan mengembang ( berongga ).
  • Jika akan menyimpan cuka dalam waktu lama, maka dalam cuka kita beri sedikit garam agar pada permukaan cuka tidak timbul lapisan.
  • Barang pecah belah yang baru dibeli, bila sebelum digunakan kita rebus dahulu dengan air garam maka jika kena dingin tidak akan mudah retak.
  • Terong setelah diasinkan dengan garam selama 10 menit, selain menghemat minyak, juga enak rasanya.

 

Untuk pemanfaatan garam dalam keperluan selain memasak ikuti petunjuk berikut ini.

1. Tambahkan garam saat mencuci sayuran dengan air dingin. Garam akan menjadikan sayuran tetap segar dan kotoran atau serangga yang bersembunyi di dalamnya akan muncul.

2. Jika tubuh dan kaki terasa penat serta pegal, rendamlah badan atau kaki di air hangat yang sudah dicampur dengan garam. Insya Allah badan akan menjadi segar kembali.

3. Jika kuku mudah putus atau patah cobalah rendam di air hangat yang telah dicampur garam, lakukan seminggu sekali selama lebih kurang 5 menit.

4. Bila bekas the yang berwarna kecoklatan masih melekat di gelas atau cangkir maka bersihkan dengan garam.

5. Hindari kuman flu dan batuk dengan berkumur air garam. Lakukan setiap pagi dan malam.

6. Garam yang telah dilarutkan di air dingin juga dapat menghilangkan noda darah pada baju atau kain putih. Caranya gosok-gosokkan bagian yang bernoda dengan air yang sudah diberi garam.

7. Garam juga dipercaya dapat menghilangkan rasa nyeri di kepala. Caranya taruh sedikit garam di balik lidah dan setelah 10 menit minum segelas air.

8. Jika baju baru kurang meyakinkan apakah luntur atau tidak rendam dulu di air dingin yang dicampur garam selama 15 menit sebelum mencucinya.

9. Selesai membersihkan perabot rumah tangga yang terbuat dari kayu atau rotan (yang tak dipelitur) siramkan air garam dingin kemudian di lap, perabot pun tak akan menjadi kekuningan.

10. Bagi yang sensitif dengan garam jangan letakkan garam di meja makan, ingat mengurangi pemakaian garam berarti membuat badan terhindar dari resiko stroke dan penyakit jantung.

11. Agar garam tetap kering dan mudah meluncur dari wadah penyimpanannya masukkan beberapa butir beras di dalamnya.

12. Bila digigit serangga cobalah cuci bekas gigitan tersebut dengan air hangat yang dicampur dengan garam.

13. Bila pakaian terkena flek, keringat dan anggur atau minuman keras coba rendam pakaian itu dalam larutan garam kemudian dicuci dengan air panas dan sabun.

 

Lukas 14:34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Yesus mengajarkan bahwa garam adalah baik dan berguna selama garam berfungsi sebagai garam yaitu dapat mengasinkan karena kandung mineral dalam garam masih bekerja dengan baik.

 

Penelitian dari institut garam di Amerika menemukan fakta antara lain: 

Garam BAIK untuk Anda .... Karena:

Live. Tubuh Anda membutuhkan garam. Anda tidak dapat menghasilkan natrium sendiri atau klorida, dan garam
(Natrium klorida) diperlukan untuk darah, keringat, cairan pencernaan dan saraf efisien
transmisi.
Hidup lebih lama. Sebuah Journal of American Medical Association Penelitian menunjukkan orang-orang dengan
tingkat terendah natrium meninggal lebih awal dari orang yang makan rata-rata jumlah garam.
Live cerdas. Jika ibu hamil dan anak-anak makan garam yang cukup, mereka menunjukkan perbaikan
fungsi kognitif, jika mereka makan garam beryodium, mereka dilindungi dari kekurangan yodium
penyakit, penyebabnya terkemuka dunia dari keterbelakangan mental.
Live nutritiously silangan sayuran -. Alias ​​"sayuran super" - adalah pahit, tetapi mereka dapat
menjadi lezat dengan garam. Ini adalah sayuran ibumu membuat Anda makan: brokoli,
kembang kol, brussels sprouts, kale, dan kubis.
Hidup secara alami. Garam adalah bahan makanan alami tanpa kalori.
.... tapi RENDAH garam diet mungkin MERUGIKAN Anda
Rendah garam bahaya zona. Sebuah studi dalam Journal of American Medical Association menunjukkan
rendah garam zona dimana stroke, serangan jantung dan kematian lebih mungkin. Pemerintah rendah
garam AS Amerika penurunan diet Pedoman tepat ke tengah zona bahaya.
Diabetes. Sebuah Studi Harvard terkait rendah garam diet untuk onset langsung dari resistensi insulin,
prekursor untuk Tipe 2 Diabetes. Lain penelitian menunjukkan orang dengan diabetes tipe 2 adalah
lebih mungkin untuk meninggal secara prematur pada diet rendah garam.
Renin, kolesterol, trigliserida. Sebuah studi di American Journal of Hypertension ditemukan
bahwa orang-orang pada diet rendah garam dikembangkan kadar renin, kolesterol dan trigliserida.
Falls, masalah kognitif, antara Orang tua lanjut usia. Dengan natrium RENDAH, kondisi
disebut hiponatremia, memiliki lebih jatuh dan pinggul patah dan penurunan kemampuan kognitif

    

Hidup membutuhkan garam dan Yesus mengatakan kamu adalah garam dunia sebab dunia membutuh sesuatu yang di dalam hidup Anda yaitu Api yang dikaruniakan oleh Yesus. (Markus 9:49 Karena setiap orang akan digarami dengan api.)

0 Comments

Fri

17

Feb

2012

Dalil Martin Luther

Disputation of Doctor Martin Luther on the Power and Efficacy of Indulgences by Dr. Martin Luther (1517)

OCTOBER 31, 1517

 

  1. Our Lord and Master Jesus Christ, when He said Poenitentiam agite, willed that the whole life of believers should be repentance.
  2. This word cannot be understood to mean sacramental penance, i.e., confession and satisfaction, which is administered by the priests.
  3. Yet it means not inward repentance only; nay, there is no inward repentance which does not outwardly work divers mortifications of the flesh.
  4. The penalty, therefore, continues so long as hatred of self continues; for this is the true inward repentance, and continues until our entrance into the kingdom of heaven.
  5. The pope does not intend to remit, and cannot remit any penalties other than those which he has imposed either by his own authority or by that of the Canons.
  6. The pope cannot remit any guilt, except by declaring that it has been remitted by God and by assenting to God's remission; though, to be sure, he may grant remission in cases reserved to his judgment. If his right to grant remission in such cases were despised, the guilt would remain entirely unforgiven.
  7. God remits guilt to no one whom He does not, at the same time, humble in all things and bring into subjection to His vicar, the priest.
  8. The penitential canons are imposed only on the living, and, according to them, nothing should be imposed on the dying.
  9. Therefore the Holy Spirit in the pope is kind to us, because in his decrees he always makes exception of the article of death and of necessity.
  10. Ignorant and wicked are the doings of those priests who, in the case of the dying, reserve canonical penances for purgatory.
  11. This changing of the canonical penalty to the penalty of purgatory is quite evidently one of the tares that were sown while the bishops slept.
  12. In former times the canonical penalties were imposed not after, but before absolution, as tests of true contrition.
  13. The dying are freed by death from all penalties; they are already dead to canonical rules, and have a right to be released from them.
  14. The imperfect health [of soul], that is to say, the imperfect love, of the dying brings with it, of necessity, great fear; and the smaller the love, the greater is the fear.
  15. This fear and horror is sufficient of itself alone (to say nothing of other things) to constitute the penalty of purgatory, since it is very near to the horror of despair.
  16. Hell, purgatory, and heaven seem to differ as do despair, almost-despair, and the assurance of safety.
  17. With souls in purgatory it seems necessary that horror should grow less and love increase.
  18. It seems unproved, either by reason or Scripture, that they are outside the state of merit, that is to say, of increasing love.
  19. Again, it seems unproved that they, or at least that all of them, are certain or assured of their own blessedness, though we may be quite certain of it.
  20. Therefore by "full remission of all penalties" the pope means not actually "of all," but only of those imposed by himself.
  21. Therefore those preachers of indulgences are in error, who say that by the pope's indulgences a man is freed from every penalty, and saved;
  22. Whereas he remits to souls in purgatory no penalty which, according to the canons, they would have had to pay in this life.
  23. If it is at all possible to grant to any one the remission of all penalties whatsoever, it is certain that this remission can be granted only to the most perfect, that is, to the very fewest.
  24. It must needs be, therefore, that the greater part of the people are deceived by that indiscriminate and highsounding promise of release from penalty.
  25. The power which the pope has, in a general way, over purgatory, is just like the power which any bishop or curate has, in a special way, within his own diocese or parish.
  26. The pope does well when he grants remission to souls [in purgatory], not by the power of the keys (which he does not possess), but by way of intercession.
  27. They preach man who say that so soon as the penny jingles into the money-box, the soul flies out [of purgatory].
  28. It is certain that when the penny jingles into the money-box, gain and avarice can be increased, but the result of the intercession of the Church is in the power of God alone.
  29. Who knows whether all the souls in purgatory wish to be bought out of it, as in the legend of Sts. Severinus and Paschal.
  30. No one is sure that his own contrition is sincere; much less that he has attained full remission.
  31. Rare as is the man that is truly penitent, so rare is also the man who truly buys indulgences, i.e., such men are most rare.
  32. They will be condemned eternally, together with their teachers, who believe themselves sure of their salvation because they have letters of pardon.
  33. Men must be on their guard against those who say that the pope's pardons are that inestimable gift of God by which man is reconciled to Him;
  34. For these "graces of pardon" concern only the penalties of sacramental satisfaction, and these are appointed by man.
  35. They preach no Christian doctrine who teach that contrition is not necessary in those who intend to buy souls out of purgatory or to buy confessionalia.
  36. Every truly repentant Christian has a right to full remission of penalty and guilt, even without letters of pardon.
  37. Every true Christian, whether living or dead, has part in all the blessings of Christ and the Church; and this is granted him by God, even without letters of pardon.
  38. Nevertheless, the remission and participation [in the blessings of the Church] which are granted by the pope are in no way to be despised, for they are, as I have said, the declaration of divine remission.
  39. It is most difficult, even for the very keenest theologians, at one and the same time to commend to the people the abundance of pardons and [the need of] true contrition.
  40. True contrition seeks and loves penalties, but liberal pardons only relax penalties and cause them to be hated, or at least, furnish an occasion [for hating them].
  41. Apostolic pardons are to be preached with caution, lest the people may falsely think them preferable to other good works of love.
  42. Christians are to be taught that the pope does not intend the buying of pardons to be compared in any way to works of mercy.
  43. Christians are to be taught that he who gives to the poor or lends to the needy does a better work than buying pardons;
  44. Because love grows by works of love, and man becomes better; but by pardons man does not grow better, only more free from penalty.
  45. Christians are to be taught that he who sees a man in need, and passes him by, and gives [his money] for pardons, purchases not the indulgences of the pope, but the indignation of God.
  46. Christians are to be taught that unless they have more than they need, they are bound to keep back what is necessary for their own families, and by no means to squander it on pardons.
  47. Christians are to be taught that the buying of pardons is a matter of free will, and not of commandment.
  48. Christians are to be taught that the pope, in granting pardons, needs, and therefore desires, their devout prayer for him more than the money they bring.
  49. Christians are to be taught that the pope's pardons are useful, if they do not put their trust in them; but altogether harmful, if through them they lose their fear of God.
  50. Christians are to be taught that if the pope knew the exactions of the pardon-preachers, he would rather that St. Peter's church should go to ashes, than that it should be built up with the skin, flesh and bones of his sheep.
  51. Christians are to be taught that it would be the pope's wish, as it is his duty, to give of his own money to very many of those from whom certain hawkers of pardons cajole money, even though the church of St. Peter might have to be sold.
  52. The assurance of salvation by letters of pardon is vain, even though the commissary, nay, even though the pope himself, were to stake his soul upon it.
  53. They are enemies of Christ and of the pope, who bid the Word of God be altogether silent in some Churches, in order that pardons may be preached in others.
  54. Injury is done the Word of God when, in the same sermon, an equal or a longer time is spent on pardons than on this Word.
  55. It must be the intention of the pope that if pardons, which are a very small thing, are celebrated with one bell, with single processions and ceremonies, then the Gospel, which is the very greatest thing, should be preached with a hundred bells, a hundred processions, a hundred ceremonies.
  56. The "treasures of the Church," out of which the pope. grants indulgences, are not sufficiently named or known among the people of Christ.
  57. That they are not temporal treasures is certainly evident, for many of the vendors do not pour out such treasures so easily, but only gather them.
  58. Nor are they the merits of Christ and the Saints, for even without the pope, these always work grace for the inner man, and the cross, death, and hell for the outward man.
  59. St. Lawrence said that the treasures of the Church were the Church's poor, but he spoke according to the usage of the word in his own time.
  60. Without rashness we say that the keys of the Church, given by Christ's merit, are that treasure;
  61. For it is clear that for the remission of penalties and of reserved cases, the power of the pope is of itself sufficient.
  62. The true treasure of the Church is the Most Holy Gospel of the glory and the grace of God.
  63. But this treasure is naturally most odious, for it makes the first to be last.
  64. On the other hand, the treasure of indulgences is naturally most acceptable, for it makes the last to be first.
  65. Therefore the treasures of the Gospel are nets with which they formerly were wont to fish for men of riches.
  66. The treasures of the indulgences are nets with which they now fish for the riches of men.
  67. The indulgences which the preachers cry as the "greatest graces" are known to be truly such, in so far as they promote gain.
  68. Yet they are in truth the very smallest graces compared with the grace of God and the piety of the Cross.
  69. Bishops and curates are bound to admit the commissaries of apostolic pardons, with all reverence.
  70. But still more are they bound to strain all their eyes and attend with all their ears, lest these men preach their own dreams instead of the commission of the pope.
  71. He who speaks against the truth of apostolic pardons, let him be anathema and accursed!
  72. But he who guards against the lust and license of the pardon-preachers, let him be blessed!
  73. The pope justly thunders against those who, by any art, contrive the injury of the traffic in pardons.
  74. But much more does he intend to thunder against those who use the pretext of pardons to contrive the injury of holy love and truth.
  75. To think the papal pardons so great that they could absolve a man even if he had committed an impossible sin and violated the Mother of God -- this is madness.
  76. We say, on the contrary, that the papal pardons are not able to remove the very least of venial sins, so far as its guilt is concerned.
  77. It is said that even St. Peter, if he were now Pope, could not bestow greater graces; this is blasphemy against St. Peter and against the pope.
  78. We say, on the contrary, that even the present pope, and any pope at all, has greater graces at his disposal; to wit, the Gospel, powers, gifts of healing, etc., as it is written in I. Corinthians xii.
  79. To say that the cross, emblazoned with the papal arms, which is set up [by the preachers of indulgences], is of equal worth with the Cross of Christ, is blasphemy.
  80. The bishops, curates and theologians who allow such talk to be spread among the people, will have an account to render.
  81. This unbridled preaching of pardons makes it no easy matter, even for learned men, to rescue the reverence due to the pope from slander, or even from the shrewd questionings of the laity.
  82. To wit: -- "Why does not the pope empty purgatory, for the sake of holy love and of the dire need of the souls that are there, if he redeems an infinite number of souls for the sake of miserable money with which to build a Church? The former reasons would be most just; the latter is most trivial."
  83. Again: -- "Why are mortuary and anniversary masses for the dead continued, and why does he not return or permit the withdrawal of the endowments founded on their behalf, since it is wrong to pray for the redeemed?"
  84. Again: -- "What is this new piety of God and the pope, that for money they allow a man who is impious and their enemy to buy out of purgatory the pious soul of a friend of God, and do not rather, because of that pious and beloved soul's own need, free it for pure love's sake?"
  85. Again: -- "Why are the penitential canons long since in actual fact and through disuse abrogated and dead, now satisfied by the granting of indulgences, as though they were still alive and in force?"
  86. Again: -- "Why does not the pope, whose wealth is to-day greater than the riches of the richest, build just this one church of St. Peter with his own money, rather than with the money of poor believers?"
  87. Again: -- "What is it that the pope remits, and what participation does he grant to those who, by perfect contrition, have a right to full remission and participation?"
  88. Again: -- "What greater blessing could come to the Church than if the pope were to do a hundred times a day what he now does once, and bestow on every believer these remissions and participations?"
  89. "Since the pope, by his pardons, seeks the salvation of souls rather than money, why does he suspend the indulgences and pardons granted heretofore, since these have equal efficacy?"
  90. To repress these arguments and scruples of the laity by force alone, and not to resolve them by giving reasons, is to expose the Church and the pope to the ridicule of their enemies, and to make Christians unhappy.
  91. If, therefore, pardons were preached according to the spirit and mind of the pope, all these doubts would be readily resolved; nay, they would not exist.
  92. Away, then, with all those prophets who say to the people of Christ, "Peace, peace," and there is no peace!
  93. Blessed be all those prophets who say to the people of Christ, "Cross, cross," and there is no cross!
  94. Christians are to be exhorted that they be diligent in following Christ, their Head, through penalties, deaths, and hell;
  95. And thus be confident of entering into heaven rather through many tribulations, than through the assurance of peace.

Dalam Indonesia :

 95 Dalil Luther

 

Bantahan

 

Dr. Martin Luther Mengenai Pertobatan dan Surat Pengampunan Dosa

 

Dengan keinginan dan tujuan untuk menguraikan kebenaran, perdebatanakan diadakan di Wittenberg berdasarkan pernyataan yang disetujui dibawah kepemimpinan Bapa Martin Luther, rahib Ordo St. Agustinus, Masterof Arts and of acred Theology, dosen Universitas Wittenberg. Selin itu,ia meminta kepada orang yang tidak bisa hadir dan meakukan diskusidengan kami secara lisan tentang topik itu supaya melakukannya melalui surat untuk menggantikan ketidakhadiran mereka. Dalam nama Tuhan kitaYesus Kristus. Amin.

 

1. Tuhan dan Guru kita Yesus Kristus, ketika Ia mengucapkan "Bertobatlah," dan seterusnya, menyatakan bahwa seluruh hidup orang-orang yang percaya harus diwarnai dengan pertobatan.

 

2. Kata ini tidak boleh dimengerti mengacu kepada hukuman sakramental; maksudnya, berkaitan dengan proses pengakuan dan pelepasan(dosa), yang diberikan oleh imam-imam yang dilakukan di bawah pelayananimam-imam.

 

3. Dan, pertobatan tidak hanya mengacu pada penyesalan batiniah;tidak, penyesalan batiniah semacam itu tidak ada artinya, kecuali secara lahiriah menghasilkan pendisiplinan diri terhadap keinginan daging.

 

4. Jadi, hukuman itu terus berlanjut selama ada kebencian pada dirisendiri - maksudnya, penyesalan batin yang sejati berlanjut: yaitu,sampai kita masuk ke dalam kerajaan surga.

 

5. Paus tidak memiliki kekuatan maupun kuasa untuk mengampuni kesalahan apa pun, kecuali yang telah ia diberikan dengan otoritasnya sendiri, atau oleh peraturan.

 

6. Paus tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dosa apa pun, kecualidengan menyatakan dan menjaminnya telah diampuni Allah; atau setidaknyaia dapat memberikan pengampunan pada kasus-kasus yang menjadi tanggung jawabnya, dalam kasus tersebut, jika kuasanya diremehkan, kesalahanakan tetap ada.

 

7. Allah tidak pernah mengampuni dosa apa pun, tanpa pada saat yang sama Dia menundukkan diri manusia itu, merendahkan diri dalam segala sesuatu, kepada otoritas imam, wakilnya.

 

8. Peraturan pengakuan dosa hanya dikenakan pada orang yang hidup dan tidak seharusnya dikenakan pada orang yang mati; menurut peraturan tersebut.

 

9. Oleh karena itu Roh Kudus berkarya dalam diri Paus melakukan hal yang baik bagi kita, sejauh dalam keputusannya, Paus selalu membuat perkecualian terhadap aturan tentang kematian dan nasib seseorang.

 

10. Imam-imam bertindak salah dan tanpa pengetahuan, jika dalam kasus orang yang sekarat, mengganti hukuman kanonik dengan api penyucian.

 

11. Benih ilalang tentang mengubah hukuman kanonik menjadi hukuman di api penyucian tampaknya tentu saja telah ditaburkan sementara parauskup tertidur.

 

12. Pada mulanya, hukuman kanonik dikenakan bukan sesudah,melainkan sebelum pengampunan, sebagai ujian untuk pertobatan mendalamyang sejati.

 

13. Orang yang sekarat melunasi semua hukuman dengan kematian, dianggap sudah mati sesuai hukum kanon dan mendapat hak dilepaskan dari hukum kanon.

 

14. Kebaikan atau kasih yang tidak sempurna dari orang yang sekarat pasti menyebabkan ketakutan yang besar; dan makin sedikit kebaikan atau kasihnya, makin besar ketakutan yang diakibatkannya.

 

15. Rasa takut dan ngeri tersebut sudah cukup bagi dirinya sendiri,tanpa berbicara hal-hal lain, tanpa ditambah penderitaan di api penyucian karena hal itu sangat dekat dengan kengerian keputusasaan.

 

16. Neraka, api penyucian, dan surga tampak berbeda seperti halnya keputusasaan, hampir putus asa, dan kedamaian pikiran itu berbeda.

 

17. Jiwa dalam api penyucian, tampaknya harus seperti ini: saat kengerian menghilang, kasih meningkat.

 

18. Namun, hal itu tampaknya tidak terbukti dengan penalaran apapun atau ayat Alkitab mana pun, api penyucian berada di luar kebaikan seseorang atau meningkatnya kasih.

 

19. Hal itu juga tidak terbukti; bahwa jiwa dalam api penyucian yakin dan mantap dengan berkat mereka sendiri; mereka semua, bahkan jika kita bisa sangat yakin dengan hal tersebut.

 

20. Oleh karena itu Paus, ketika ia berbicara ten tang pengampunan sepenuhnya dari semua hukuman, itu bukan sekadar bermakna semua dosa,melainkan hanya hukuman yang ia jatuhkan sendiri.

 

21. Jadi, para pengkhotbah pengampunan dosa, yang berkata bahwa dengan surat pengampunan dosa dari Paus, seseorang dibebaskan dan diselamatkan dari semua hukuman, melakukan kesalahan.

 

22. Sebab sesungguhnya ia tidak menghapuskan hukuman, yang harusmereka bayar dalam kehidupan sesuai dengan peraturan, bagi jiwa-jiwa diapi penyucian.

 

23. Jika pengampunan sepenuhnya bagi semua hukuman bisa diberikan kepada seseorang, sudah tentu tidak akan diberikan kepada seorang pun kecuali orang yang paling sempurna - yaitu, kepada sangat sedikit orang.

 

24. Oleh karena itu sebagian besar orang pasti tertipu dengan janji pembebasan dari hukuman yang bersifat tidak pandang bulu dan sangat manis itu.

 

25. Kekuasaan seperti itu dimiliki Paus atas api penyucian secara umum, seperti halnya dimiliki setiap uskup di keuskupannya dan setiap imam di jemaatnya sendiri, secara khusus.

 

26. Paus bertindak dengan benar dengan memberikan pengampunan dosa kepada jiwa-jiwa, bukan dengan kekuasaan kunci-kunci (yang tak adagunanya dalam hal ini), melainkan dengan doa syafaat.

 

27. Orang yang berkata bahwa jiwa seseorang terlepas dari api penyucian segera setelah uang dimasukkan ke dalam peti yang menimbulkan bunyi gemerencing, berkhotbah dengan gila.

 

28. Sudah tentu, ketika uang yang dimasukkan dalam peti menimbulkan bunyi gemerencing, ketamakan, dan keuntungan mungkin meningkat, tetapi doa syafaat gereja tergantung pada kehendak Allah semata-mata.

 

29. Siapa tahu apakah semua jiwa di api penyucian ingin dibebaskan darinya atau tidak, sesuai dengan cerita yang dikisahkan tentang SantoSeverinus dan Paschal?

 

30. Tidak ada seorang pun yang yakin tentang realita perasaan berdosanya sendiri, terlebih-lebih pencapaian pengampunan dosa seluruhnya.

 

31. Seperti halnya petobat sejati itu jarang, demikian juga orangyang sungguh-sungguh membeli surat pengampunan dosa itu jarang -maksudnya, sangat jarang.

 

32. Orang yang percaya bahwa, melalui surat pengampunan dosa,mereka dijamin mendapatkan keselamatan mereka, akan dihukum secara kekal bersama dengan guru-guru mereka.

 

33. Kita harus secara khusus berhati-hati terhadap orang yang berkata bahwa surat pengampunan dari Paus ini merupakan karunia Allah yang tak ternilai harganya, yang menyebabkan seseorang diperdamaikan dengan Allah.

 

34. Sebab kasih karunia yang disalurkan melalui pengampunan inihanya berkaitan dengan hukuman untuk memenuhi hal-hal yang bersifat sakramen, yang ditentukan oleh manusia.

 

35. Orang yang mengajar bahwa penyesalan yang mendalam itu tidak diperlukan oleh orang-orang yang membeli jiwa-jiwa keluar dari api penyucian atau membeli lisensi pengakuan, tidak mengkhotbahkan doktrin Kristen.

 

36. Setiap orang Kristen yang merasakan penyesalan yang sejati akan mendapatkan pengampunan dosa seluruhnya yang sejati dari penderitaan dan rasa bersalah, bahkan meskipun tanpa surat pengampunan dosa.

 

37. Setiap orang Kristen sejati, entah yang hidup atau yang mati, mendapatkan bagian dalam semua berkat Kristus dan gereja yang diberikan kepadanya oleh Allah meskipun tanpa surat pengampunan dosa.

 

38. Namun, pengampunan dosa, yang dilakukan oleh Paus, tidak boleh dipandang rendah dengan cara apa pun sebab pengampunan, seperti saya katakan, merupakan pernyataan pengampunan dosa dari Allah.

 

39. Menekankan dampak pengampunan dosa yang besar dan pada saat yang sama menekankan pentingnya penyesalan yang sejati di mata orang-orang, merupakan hal yang paling sulit, bahkan juga untuk teolog yang paling terpelajar sekalipun.

 

40. Penyesalan yang sejati mendambakan dan mencintai hukuman,sementara hadiah pengampunan dosa menjadikannya lega dan membuat manusia membencinya, atau paling tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk membencinya.

 

41. Pengampunan dosa apostolik harus dinyatakan dengan penuhhati-hati, jika tidak, orang-orang secara salah akan menduga hal itu diletakkan pada perbuatan baik kasih lainnya.

 

42. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus tidak pernah berpikir bahwa pembelian surat pengampunan dosa dalam cara apa pun bisa dibandingkan dengan karya kasih karunia.

 

43. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa orang yang memberi kepada orang miskin, atau memberi pinjaman kepada orang yang kekurangan, berbuat lebih baik daripada jika ia membeli surat pengampunan dosa.

 

44. Karena, melalui kasih, kasih meningkat, dan manusia menjadi lebih baik; sementara melalui surat pengampunan dosa, ia tidak menjadi lebih baik, tetapi hanya lebih bebas dari hukuman.

 

45. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa orang yang memandang seseorang yang kekurangan dan melewatinya, memberikan uang untuk mendapatkan pengampunan dosa, tidak sedang membeli surat pengampunandosa dari Paus untuk dirinya sendiri, tetapi murka Allah.

 

46. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, kecuali mereka memiliki kekayaan yang berlimpah, mereka terikat untuk melakukan hal yang perlu untuk dipakai bagi keperluan rumah tangga mereka sendiri dan dengan cara apa pun tidak boleh menghamburkannya untuk mendapatkan surat pengampunan.

 

47. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, meskipun mereka bebas untuk membeli surat pengampunan dosa, mereka tidak diwajibkan untuk melakukannya.

 

48. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus, dalam memberikan pengampunan, memiliki kebutuhan lebih banyak dan keinginan lebih banyak agar doa yang tekun dinaikkan baginya, daripada uang yang sudah siap untuk dibayarkan.

 

49. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa pengampunan dari Paus itu berguna, jika mereka tidak meletakkan kepercayaan mereka penyucian;tetapi paling berbahaya, jika melaluinya mereka kehilangan rasa takut mereka kepada Allah.

 

50. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa,jika Paus mengetahui tuntutan para pengkhotbah pengampunan dosa, ia akan lebih menyukai jika Basilika St. Petrus dibakar sampai menjadi abu, daripada dibangun dengan kulit, daging, dan tulang domba-dombanya.

 

51. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, seperti halnya merupakan kewajiban, demikian juga itu merupakan harapan Paus yang jika perlu menjual Basilika St. Petrus dan memberikan uangnya sendiri kepadabanyak orang, yang darinya para pengkhotbah pengampunan dosa menarik uang.

 

52. Sia-sialah harapan untuk mendapatkan keselamatan melalui surat-surat pengampunan dosa, bahkan sekalipun itu komisaris, tidak, bahkan Paus sendiri - harus menjanjikan jiwanya sendiri bagi mereka.

 

53. Orang yang, demi memberitakan pengampunan dosa, mengutuk firman Allah untuk meredakan ketenangan di gereja lainnya, adalah musuh Kristus dan Paus.

 

54. Kesalahan dilakukan terhadap firman Allah jika, dalam khotbah yang sama, waktu yang sama atau lebih lama dihabiskan untuk membahas surat pengampunan daripada untuk membahas firman Allah.

 

55. Menurut pikiran Paus jika surat pengampunan, yang merupakan masalah yang sangat kecil, dirayakan dengan satu bel, satu prosesi, dan satu seremoni; Injil, yang merupakan masalah yang sangat besar,seharusnya diberitakan dengan ratusan bel, ratusan prosesi, dan ratusan seremoni.

 

56. Kekayaan gereja yang menyebabkan Paus mengeluarkan surat pengampunan dosa, tidak cukup didiskusikan atau dikenal di antara umat Kristus.

 

57. Tampak jelas bahwa kekayaan tersebut bukanlah kekayaan sementara; sebab kekayaan tersebut tidak untuk dibagikan secara gratis, tetapi hanya ditimbun oleh banyak pengkhotbah surat pengampunan dosa.

 

58. Kekayaan itu juga bukan kebaikan Kristus dan para Rasul; sebab tanpa peran Paus, kebaikan selalu menghasilkan kasih karunia kepada manusia rohani; dan salib, kematian, dan neraka bagi manusia lahiriah.

 

59. St. Lawrence berkata bahwa harta benda gereja adalahorang-orang miskin di gereja, tetapi ia berbicara menurut penggunaan kata itu pada zamannya.

 

60. Kami tidak tergesa-gesa berbicara jika kami berkata bahwa kunci gereja, yang diserahkan melalui kebaikan Kristus, adalah kekayaan itu.

 

61. Sangat jelas bahwa kuasa Paus pada hakikatnya sudah memadai untuk mengampuni hukuman dan kasus-kasus yang khusus diberikan padanya.

 

62. Kekayaan gereja yang sejati adalah Injil Kudus dari kemuliaan dan kasih karunia Allah.

 

63. Namun, kekayaan itu paling dibenci karena membuat orang yang pertama menjadi yang terkemudian.

 

64.  Sementara kekayaan surat pengampunan dosa paling diterima karena membuat yang terakhir menjadi yang pertama.

 

65. Oleh karena itu kekayaan Injil adalah jala, yang pada mulanya digunakan untuk menjala orang kaya.

 

66.  Kekayaan surat pengampunan dosa adalah jala yang sekarang digunakan untuk menjala kekayaan orang.

 

67. Surat pengampunan dosa, yang dipromosikan secara jelas oleh para pengkhotbah sebagai kasih karunia terbesar, dipandang sungguh-sungguh seperti itu sepanjang berkaitan dengan meningkatnya keuntungan.

 

68. Namun, dalam kenyataan, surat itu tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kasih karunia Allah dan kesalehan karena salib.

 

69. Uskup dan imam terikat untuk menerima komisaris kepausan yang mengurusi surat pengampunan dengan segala kehormatannya.

 

70. Namun, mereka masih terikat untuk melihatnya dengan segenap mata mereka dan memerhatikan dengan segenap telinga mereka supaya orang-orang ini tidak mengkhotbahkan keinginan mereka sendiri, namun mengkhotbahkan apa yang diperintahkan oleh Paus.

 

71.  Biarlah orang yang berbicara menentang kebenaran surat pengampunan dosa Paus terkucil dan terkutuk.

 

72. Namun, pada sisi lain, orang yang mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menentang hawa nafsu dan penyelewengan kebebasan para pengkhotbah pengampunan, biarlah ia diberkati.

 

73. Seperti halnya Paus secara adil menghardik orang yang menggunakan berbagai cara untuk merusak perdagangan surat pengampunan.

 

74. Terlebih-lebih jika ia menghardik orang yang, dengan dalih surat pengampunan, menggunakannya sebagai alasan untuk merusak kasih kudus dan kebenaran.

 

75. Berpikir bahwa surat pengampunan Paus memiliki kuasa sedemikian sehingga mereka bisa membebaskan manusia bahkan jika -meskipun itu tidak mungkin - ia telah bersalah kepada Bunda Allah, merupakan kegilaan.

 

76. Sebaliknya, kami meneguhkan bahwa surat pengampunan Paus tidak bisa menghapuskan dosa paling remeh sekalipun, sepanjang hal itu terkait dengan kesalahannya.

 

77. Ungkapan yang mengatakan bahwa seandainya St. Petrus menjadi Paus sekarang, ia tidak bisa memberikan kasih karunia yang lebih besar, merupakan penghujatan kepada St. Petrus dan Paus.

 

78. Kami sebaliknya meneguhkan bahwa Paus saat ini atau Paus lain mana pun memiliki kasih karunia yang lebih besar yang dapat digunakanmenurut kehendaknya - yaitu, InjiI, kuasa, karunia kesembuhan, dansebagaimana tertulis (1 Korintus XII.9.)

 

79. Mengatakan bahwa salib yang dihiasi panji-panji kepausan merniliki kuasa yang sama dengan salib Kristus, merupakan penghujatan.

 

80. Uskup, imam, dan teolog yang mengizinkan khotbah semacam itu beredar di antara umat, harus memberikan pertanggung-jawaban.

 

81. Khotbah mengenai surat pengampunan dosa yang tidak terkontrol ini bukanlah hal yang mudah, bahkan juga bagi orang terpelajar, tidak bisa menyelamatkan Paus dari fitnah, atau, dalam semua peristiwa, pertanyaan kritis kaum awam.

 

82. Misalnya: "Mengapa Paus tidak mengosongkan api penyucian demi kasih yang paling kudus, dan kebutuhan jiwa yang mendesak - ini menjadi yang paling benar dari semua alasan - jika ia menebus jumlah jiwa yang tidak terbatas demi hal yang paling hina, uang, untuk digunakan membangun Basilika - ini menjadi alasan yang paling sepele?"

 

83. Sekali lagi: "Mengapa misa penguburan dan misa peringatan hari kematian masih berlanjut, dan mengapa Paus tidak mengembalikan, atau mengizinkan penarikan dana yang diwariskan untuk tujuan ini; karena hal ini merupakan kesalahan untuk berdoa bagi orang-orang yang sudah ditebus?"

 

84. Sekali lagi: "Apakah karena kesalehan yang baru kepada Allah dan Paus, maksudnya, demi uang, pejabat gereja mengizinkan orang yang tidak beriman dan musuh Allah untuk menebus jiwa-jiwa yang saleh dan mengasihi Allah dari api pencucian, namun tidak menebus jiwa yang saleh dan terkasih itu, berdasarkan kasih yang cuma-cuma, demi kebutuhannya jiwa-jiwa itu sendiri?"

 

85. Sekali lagi: "Mengapa peraturan tentang penyesalan dosa, yang sudah lama dihapuskan dan mati dalam kenyataannya karena tidak digunakan, sekarang dipatuhi lagi dengan memberikan surat pengampunan dosa, seolah-olah peraturan-peraturan tersebut masih hidup dan berlaku?"

 

86. Sekali lagi: "Mengapa Paus, yang kekayaannya saat ini jauh lebih banyak dari pada orang yang paling kaya di antara orang kaya,tidak membangun Basilika St. Petrus dengan uangnya sendiri, sebaliknya dengan uang dari. orang-orang percaya yang miskin?"

 

87. Sekali lagi: "Apa yang diampuni atau dianugerahkan Paus kepadaorang-orang, yang dengan penyesalan yang dalam dan sempurna, mernilikihak untuk mendapatkan pengampunan dan berkat yang sempurna?

 

88. Sekali lagi: "Berkat yang lebih besar apakah yang akan diterima gereja jika Paus, tidak satu kali, seperti yang ia lakukan sekarang, memberikan pengampunan dosa dan berkat seratus kali sehari kepada setiap orang yang setia dalam iman?"

 

89. Oleh karena keselamatan jiwa, bukannya uang, yang dicari Paus melalui surat pengampunannya, mengapa ia menunda surat-surat dan pengampunan dosa yang diberikan sejak lama karena keduanya sama-sama manjur?

 

90. Untuk menindas keberatan dan argumen kaum awam dengan kekuatan semata-mata dan tidak menyelesaikannya dengan memberikan penjelasan, berarti memberi kesempatan kepada gereja dan Paus untuk dicemooh musuh-rnusuh mereka dan membuat orang-orang Kristen tidak senang.

 

91. jika, kemudian, pengampunan dikhotbahkan sesuai semangat dan pikiran Paus, semua pertanyaan ini akan diselesaikan dengan mudah -tidak, bahkan tidak akan ada.

 

92.  Jadi, menyingkirlah, semua nabi yang berkata kepada umat Kristus, "Damai, damai," dan tidak ada damai!

 

93. Diberkatilah semua nabi yang berkata kepada umat Kristus, "Salib, salib," dan tidak ada salib!

 

94. Orang-orang Kristen harus dinasihati untuk setia mengikuti Kristus Sang Kepala mereka melalui penderitaan, kematian, dan neraka.

 

95. Dan dengan demikian yakin untuk memasuki surga melalui penganiayaan, bukannya melalui damai sejahtera yang palsu.

 

PERNYATAAN

 

Saya, Martin Luther, Doktor, dari Ordo Rahib di Wittenberg, ingin menyatakan di depan umum bahwa dalil tertentu menentang surat pengampunan dosa Paus, sebagaimana mereka menyebutnya, telah saya cetuskan. Meskipun demikian, sampai saat ini, tidak ada aliran kita yang paling terkenal dan termasyhur, ataupun kekuatan sipil dan keimaman telah mengecam saya, tetapi seperti yang saya dengar, ada beberapa orang yang memiliki sikap tidak berpikir panjang dan lancang,yang berani mengatakan bahwa saya bidat, seolah-olah masalah ini sudah diamati dan dipelajari dengan teliti. Namun, menurut saya, seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya, demikian juga sekarang, saya memohon kepada semua orang dengan iman Kristus, agar menunjukkan kepada saya jalan yang lebih baik, jika jalan yang semacam itu sudah dinyatakan Allah kepadanya, atau paling tidak untuk memberikan pendapat mereka tentang penilaian Allah dan gereja. Sebab saya tidak begitu terburu-buru untuk berharap bahwa pendapat saya semata yang lebih disukai dari pada pendapat semua orang lain, atau tidak bodoh sehingga bersedia membiarkan firman Allah dijadikan dongeng yang direkayasa oleh penalaran manusia.

 

sumber http://en.wikisource.org/wiki/95_Theses

 

 

0 Comments

Wed

24

Nov

2010

Manusia adalah Permata Allah

 

Zakharia  9:16 TUHAN, Allah mereka, akan menyelamatkan mereka pada hari itu; seperti kawanan domba umat-Nya itu, sungguh, mereka seperti permata-permata mahkota yang berkilap-kilap, demikianlah mereka di tanah TUHAN.

 

Tuhan mempersamakan kawanan domba umat-Nya dengan permata yang di dapat oleh-Nya dan semuanya berkilap-kilap.

 

General Electric pada tahun 1950, menemukan bahwa manusia dapat diubah menjadi permata berharga, yakni berlian. Manusia yang diubah menjadi berlian adalah mayatyang diabukan untuk dijadikan berlian. Alkitab mengatakan bahwa manusia adalah permata bagi-Nya dan IA ingin mendapatkan permata itu, yang di dapatkan dari kawanan domba umat-Nya.

 

Rinaldo Willy menyatakan bahwa 500 gram abu cukup untuk membuat sebuah berlian. Jenazah manusia rata-rata meninggalkan 2,5 sampai 3 Kg abu.

 

Postasium dan Kalsium, yang terkandung dalam 85 persen abu, dipisahkan dari karbon lantas dipanaskan dalam suhu yang tinggi, lalu dipadatkan dalam grafit untuk diubah menjadi berlian. Keseluruhan proses memakan waktu sekitar enam sampai delapan minggu sedangkan pembentukan berlian sungguhan memakan waktu sampai ratusan tahun atau lebih.

1 Comments

Tue

02

Nov

2010

Emas

Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang olehklorinfluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinageKode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.

Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsakarbonatturmalinflourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.

Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu:

  • Endapan primer; dan
  • Endapan plaser.

Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagaiperhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram.

 

Ekstraksi Emas

[sunting]Amalgamasi

Amalgamasi adalah proses penyelaputan partikel emas oleh air raksa dan membentuk amalgam (Au – Hg). Amalgam masih merupakan proses ekstraksi emas yang paling sederhana dan murah, akan tetapi proses efektif untuk bijih emas yang berkadar tinggi dan mempunyai ukuran butir kasar (> 74 mikron) dan dalam membentuk emas murni yang bebas (free native gold).
Proses amalgamasi merupakan proses kimia fisika, apabila amalgamnya dipanaskan, maka akan terurai menjadi elemen-elemen yaitu air raksa dan bullion emas. Amalgam dapat terurai dengan pemanasan di dalam sebuah retort, air raksanya akan menguap dan dapat diperoleh kembali dari kondensasi uap air raksa tersebut. Sementara Au-Ag tetap tertinggal di dalam retort sebagai logam.

[sunting]Sianidasi

Proses Sianidasi terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan dan proses pemisahan emas dari larutannya. Pelarut yang biasa digunakan dalam proses cyanidasi adalah NaCN, KCN, Ca(CN)2, atau campuran ketiganya. Pelarut yang paling sering digunakan adalah NaCN, karena mampu melarutkan emas lebih baik dari pelarut lainnya. Secara umum reaksi pelarutan Au dan Ag adalah sebagai berikut:


4Au + 8CN- + O2 + 2 H2O = 4Au(CN)2- + 4OH-
4Ag + 8CN- + O2 + 2 H2O = 4Ag(CN)2- + 4OH-


Pada tahap kedua yakni pemisahan logam emas dari larutannya dilakukan dengan pengendapan dengan menggunakan serbuk Zn (Zinc precipitation). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:


2 Zn + 2 NaAu(CN)2 + 4 NaCN +2 H2O = 2 Au + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4 + H2
2 Zn + 2 NaAg(CN)2 + 4 NaCN +2 H2O = 2 Ag + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4 + H2


Penggunaan serbuk Zn merupakan salah satu cara yang efektif untuk larutan yang mengandung konsentrasi emas kecil. Serbuk Zn yang ditambahkan kedalam larutan akan mengendapkan logam emas dan perak. Prinsip pengendapan ini mendasarkan deret Clenel, yang disusun berdasarkan perbedaan urutan aktivitas elektro kimia dari logam-logam dalam larutan cyanide, yaitu Mg, Al, Zn, Cu, Au, Ag, Hg, Pb, Fe, Pt. setiap logam yang berada disebelah kiri dari ikatan kompleks sianidanya dapat mengendapkan logam yang digantikannya. Jadi sebenarnya tidak hanya Zn yang dapat mendesak Au dan Ag, tetapi Cu maupun Al dapat juga dipakai, tetapi karena harganya lebih mahal maka lebih baik menggunakan Zn. Proses pengambilan emas-perak dari larutan kaya dengan menggunakan serbuk Zn ini disebut “Proses Merill Crowe”.

 

Ayub 23:10. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Tuhan ingin umat-Nya seperti emas yang dimurnikan. I Petrus  1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Menjadi seperti emas, adalah iman yang mengalami proses. Bila mengalami ujian-ujian iman, itu adalah kasih karunia Tuhan. Tuhan mengizinkan karena DIA tahu bahwa kita akan timbul seperti emas. Dia tidak memberikan sesuatu yang melampaui kekuatan.

 

Timbul seperti emas, adalah yang dicari Tuhan. Tuhan pun menyatakan kemuliaan-Nya dan kita akan melihat kemuliaan-Nya yang semarak dan agung dalam Kerajaan-Nya yang jalannya pun dari emas. Berjalan dalam jalan-Nya senantiasa maka DIA akan menjadikan seperti emas dimurnikan sehingga berharga di mata-Nya.

 

Bersabarlah dalam setiap masalah yang dihadapi sebagai ujian iman yang membawa kita semakin dimurnikan senantiasa.
1 Petrus 1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan

 

Dalam kekuatan anugerah-Nya kita akan mencapai tujuan iman tinggal dalam kesemarakkan-Nya.

 

8 Comments

Sun

31

Oct

2010

Pelanggi

Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.

[sunting]Pembentukan

Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merahjinggakuninghijaubirunila, dan ungu.

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.

Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

 

Dalam penjelasan Alkitab, muncul pelangi terjadi setelah peristiwa air bah. Air Bah terjadi karena air yang berada melapisi bumi jatuh ke tanah sehingga bumi alami banjir besar. Air yang melindungi bumi di atmosfir tidak ada maka lapisan udara yang sisa hanyalah zat non air yakni ozon.

Lapisan atmosfir sesudah air bah mengakibatkan sinar matahari dapat tembus ke bumi dan membentuk pelangi sesuai dengan penjelasan di atas.

Peristiwa muncul pelangi menandakan bahwa Tuhan Allah tidak mungkin menghukum manusia sama seperti zaman Nuh. Bila sekarang alami banjir maka dampaknya tidak sebesar zaman Nuh dan disebabkan ulah manusia yang tidak memelihara kelestarian alam di bumi. Bukan manusia diberi tugas oleh Tuhan menjaga kelestarian bumi.

 Dengan masuknya sinar matahari maka suhu bumi kecenderungan meningkat akibat dari efek rumah kaca karena lapisan atmosfir bumi yang telah alami perubahan karena peristiwa air bah zaman Nuh. Efek rumah kaca selain menghasilkan pelangi juga menuntut manusia untuk lebih memperhatikan perintah Tuhan untuk memelihara dan mengelola bumi dengan lebih baik.

1 Comments

Fri

29

Oct

2010

Bahtera Nuh

Menurut petunjuk-petunjuk dalam Kejadian 6:15, Bahtera ini berukuran 300 hasta panjangnya, 50 hasta lebarnya dan 30 hasta tingginya. Para peneliti Alkitab merasa sangat bingung dengan panjangnya satu hasta, yang tampaknya begitu bervariasi pada zaman kuno. Akan tetapi, ternyata dari Ulangan 3:11 ukuran ini berasal dari tubuh manusia, dan mungkin seluruh panjang lengan bawah, dari siku ke pergelangan tangan, atau bahkan dari siku ke ujung jari telunjuk. Seorang ahli, Celsus, mengatakan bahwa hasta sama dengan ulna, atau bagian bawah dan yang lebih besar dari dua tulang lengan. Hasta dalam ukuran bangsa Mesir, yang barangkali dipakai oleh bangsa Ibrani, adalah enam tapak tangan untuk satu hasta ukuran Musa dan para rabi Yahudi (sebagaimana yang diungkapkan oleh Alishna) menyebutkan dengan pasti lebarnya sama dengan dua kilan ( 9 inci ), sementara Yosefus mengatakan bahwa hasta sama dengan dua jengkal, dan jengkal sama dengan tiga tapak tangan. Yehezkiel 40:5, 43:13menulis tentang hasta ini: "hasta ini setapak tangan lebih panjang dari hasta biasa" yang sesuai dengan ukuran hasta bangsa Babel. Oleh karenanya Bahtera, meskipun ukurannya tidak bisa dikatakan secara pasti, tampaknya adalah sebuah kapal yang sangat lapang, barangkali panjangnya lebih dari 500 kaki, 85 kaki lebar seluruhnya, dan tingginya lebih dari 52 kaki. Pada tahun 1609 Peter Jansen dari Horn, di Belanda, membuat sebuah kapal dengan proporsi ini dan ternyata kapalnya bisa memuat tiga kali muatan yang bisa diangkut kapal-kapal seukurannya yang dibuat dengan cara biasa. Ruangannya berukuran 3.600.000 kubik, dan selain sembilan per sepuluh ruangan ditentukan sebagai tempat penyimpanan makanan, masih ada ruangan yang bisa dipakai untuk memasukkan 7.000 pasang binatang, yang masing-masing ukurannya adalah 50 kaki kubik. Ini lebih mirip gudang sangat besar yang mengapung, ketimbang sebuah kapal.

Bahan yang dipakai untuk membangun Bahteram didalam Kejadian 6:14 dikatakan Nuh diperintahkan supaya membuat sebuah bahtera dari kayu "gofir". Ada berbagai macam dugaan tentang jenis kayu ini. Bunsen berpendapat bahwa gofir adalah sejenis kayu yang hanya terdapat di Mesir; Dietrich yakin kalau ini adalah tumbuhan buluh besar dan berat; Genesius menegaskan bahwa ini adalah sejenis pohon cemara, atau pohon cedar, dan Bochart menyatakannya semacam pohon cemara. Para penerjemah Kasdim menganggapnya sebagai sissu, kayu berwarna hitam yang tumbuh di Arab dan sangat dihargai. Sebagian besar pihak berpendapat kalau mil semacam pohon cemara, berdasarkan kualitasnya yang tahan lama.

Mengenai waktu yang dihabiskan dalam pembuatannya, banyak sekali pendapat yang muncul ke permukaan tetapi sedikit yang bermanfaat. Satu-satunya bagian Alkitab yang dianggap merujuk pada pertanyaan ini adalah Kejadian 6:3. Bagian ini ditafsirkan secara bervariasi. Oleh beberapa pihak, ini dianggap merujuk kepada nyawa manusia yang dipersingkat ; yang lainnya menafsirkan periode yang dinyatakan, lebih jauh akan dikaruniakan sebagai masa kelegaan - sebuah kesempatan untuk bertobat - yang bila tidak digunakan, maka hadirat ilahi (Shekinah, yang sampai saat itu terus berada di gerbang Eden) akan ditarik dari dunia karena kejahatannya. Jawaban terbaik adalah bahwa di manapun di Alkitab tidak dinyatakan berapa lama waktu yang dibutuhkan Nuh untuk membuat Bahtera. Tuhan telah menawarkan masa penundaan selama 120 tahun, setelah peringatan diberikan kepada umat manusia (lih. I Ptr. 3:20II Ptr. 2:5), dan selama periode inilah Nuh, yang adalah seorang "pengkhotbah keadilan", tidak sekadar bersusah payah dalam berusaha membangunkan kesadaran semua orang terhadap jahatnya dosa mereka dan mendesak mereka supaya bertobat, melainkan juga menggunakan sebagian periode itu untuk menyiapkan Bahtera bagi keadaan darurat yang akan timbul, apabila manusia tidak mau membuka telinga kepada seruannya untuk bertobat

 

 

 

Cerita-cerita air bah Mesopotamia

Kebanyakan sarjana Alkitab modern menerima tesis bahwa cerita air bah di dalam Alkitab berkaitan dengan sebuah siklus mitologi Asyur-Babilonia yang banyak mengandung kesamaan dengan cerita Alkitab. Mitos air bah Mesopotamia sangat populer—pengisahan kembali yang terakhir dari cierta ini berasal dari abad ke- 3 SM. Sejumlah besar teks-teks asli dalam bahasa SumeriaAkkadia danAsyur, ditulis dalam huruf paku, telah ditemukan oleh para arkeolog, tetapi tugas pencarian kembali prasasti-prasasti lainnya tetap berlangsung, seperti halnya juga penerjemahan atas prasasti-prasasti yang telah ditemukan.

Prasasti-prasasi tertua yang telah ditemukan ini, epos Atrahasis, dapat diduga waktu penulisannya melalui colophon (identifikasi penulisan) ke masa pemerintahan buyut HammurabiAmmi-Saduqa(1646–1626 SM). Prasasti ini ditulis dalam bahasa Akkadia (bahasa Babilonia kuno), dan menceritakan bagaimana dewa Enki memperingatkan sang pahlawan Atrahasis ("Sangat Bijaksana") dari Shuruppak untuk membongkar rumahnya (yang dibuat dari buluh-buluh) dan membangun sebuah kapal untuk menyelamatkan diri dari air bah yang dipakai oleh dewa Enlil, yang murka karena hingar-bingar di kota-kota, untuk memusnahkan manusia. Kapal ini mempunyai atap "seperti Apsu" (samudera dunia bawah yang berisikan air tawar yang tuannya adalah Enki), lantai atas dan bawah, dan harus ditutup dengan aspal (bitumen). Atrahasis naik ke kapal itu bersama dengan keluarganya dan binatang-binatang lalu mengunci pintunya. Badai dan air bah pun datang. Bahkan para dewata pun takut. "Mayat-mayat menyumbat sungai seperti capung." Setelah tujuh hari banjir berhenti dan Atrahasis memberikan kurban. Enlil murka, tetapi Enki, sahabat umat manusia, tidak peduli kepadanya - "Aku telah memastikan bahwa kehidupan diselamatkan" - dan pada akhirnya Enki dan Enlil sepakat dengan cara-cara lain untukmengendalikan populasi manusia. Cerita ini juga ada dalam versi Asyur yang belakangan.[6]

Cerita Ziusudra dikisahkan dalam bahasa Sumeria dalam potongan-potongan Kejadian Eridu, yang dapat diperkirakan tanggal penulisannya dari tulisannya yaitu akhir abad ke-17 SM. Cerita ini mengisahkan bagaimana Enki memperingatkan Ziusudra (yang berarti "ia melihat kehidupan," dalam rujukan kepada hadiah keabadian yang diberikan kepadanya oleh para dewata), raja Shuruppak, tentang keputusan dewata untuk menghancurkan umat manusia dengan air bah—teks yang menggambarkan mengapa dewata telah memutuskan hal ini telah hilang. Enki memerintahkan Ziusudra untuk membangun sebuah kapal yang besar —teks yang menceritakan perintah ini juga hilang. Setelah air bah selama tujuh hari, Ziusudra memberikan kurban yang selayaknya dan menyembah kepada An (dewa langit) dan Enlil (penghulu dewata), dan memperoleh kehidupan yang kekal di Dilmun, Taman Eden di kalangan bangsa Sumeria.[7]

Kisah tentang Utnapishtim (terjemahan dari "Ziusudra" dalam bahasa Akkadia), sebuah episode dalam Epos Gilgames di kalangan bangsa Babilonia, dikenal dari salinan-salinan milenium pertama dan barangkali berasal dari cerita Atrahasis.[8][9] Ellil, (setara dengan Enlil), penghulu para dewata, bermaksud menghancurkan seluruh umat manusia dengan air bah. Utnapishtim, raja Shurrupak, diperingatkan oleh dewa Ea(setara dengan Enki) untuk menghancurkan rumah yang dibangunnya dari buluh dan menggunakan bahan-bahannya untuk membangun sebuah bahtera serta memuatinya dengan emas, perak, dan benih dari segala makhluk hidup dan semua tukangnya.. Setelah badai yang berlangsung selama tujuh hari, dan kemudian 12 hari lagi hingga air surut, kapal itu mendarat di Gunung Nizir; setelah tujuh hari lagi Utnapishtim mengeluarkan seekor merpati, yang kemudian kembali, lalu seekor burung layang-layang, yang juga kembali, dan akhirnya seekor gagak, yang tidak kembali. Utnapishtim kemudian memberikan persembahan (yang terdiri dari masing-masing tujuh ekor binatang) kepada para dewata, dan dewata mencium bau harum daging bakar dan berkerumun "seperti lalat." Ellil marah karena ada manusia yang selamat, tetapi Ea memakinya, sambil berkata, "Bagaimana mungkin engkau mengirim air bah tanpa berpikir panjang? Terhadap orang-orang berdosa, biarkanlah dosa mereka tetap ada, tentang mereka yang jahat biarkanlah kejahatannya tetap bertahan. Hnetikanlah, jangan biarkan hal itu terjadi, kasihanilah, [Agar manusia tidak binasa]." Utnapishtim dan istrinya kemudian memperoleh karunia keabadian dan dikirim untuk tinggal "jauh di mulut sungai."[10]

Pada abad ke-3 SM Berossus, seorang imam agung dari kuil Marduk di Babilonia, menulis sejarah Mesopotamia dalam bahasa Yunani untukAntiochus Soter (323–261 SM). Tulisan Berossus Babyloniaka telah lenyap, tetapi seorang sejarahwan Kristen abad ke-3 dan ke-4, Eusebiusmengisahkannya kembali dari legenda tentang Xisuthrus, versi Yunani dari Ziusudra, dan pada hakikatnya adalah cerita yang sama. Eusebius menyimpulkan bahwa kapal itu masih dapat dilihat "di Pegunungan Corcyræan di Armenia; dan orang-orang mengerok lapisan bitumennya, yang merupakan lapisan luas kapal itu, dan memanfaatkannya sebagai alexipharmic dan jimat."[11]

[sunting]Cerita-cerita air bah lainnya

Cerita-cerita tentang air bah tersebar luas dalam mitologi dunia, dengan contoh-contoh praktis dari setiap masyarakat. Padanan Nuh dalammitologi Yunani adalah Deucalion, dalam teks-teks India sebuah banjir yang mengerikan dikisahkan telah meninggalkan hanya satu orang yang selamat, yaitu seorang suci yang bernama Manu yang diselamatkan oleh Wisnu dalam bentuk seekor ikan, dan dalam Zoroastrian tokohYima menyelamatkan sisa-sisa umat manusia dari kehancuran oleh es. Cerita-cerita air bah telah ditemukan pula dalam berbagia mitologi dari banyak bangsa pra-tulisan dari wilayah-wilayah yang jauh dari Mesopotamia dan benua Eurasia; salah satu contohnya adalah legenda orang-orang Indian Chippewa.[12] Mereka yang menafsirkan Alkitab secara harafiah menunjukkan bahwa cerita-cerita ini adalah bukti bahwa air bah di dalam Alkitab itu, dan Bahteranya, benar-benar terjadi dalam sejarah; para etnolog dan mitologis mengatakan bahwa legenda-legenda seperti legenda orang Chippewa harus diperlakukan dengan sangat hati-hati karena adanya kemungkinan kontaminasi dari hubungan mereka dengan agama Kristen (dan keinginan untuk menyesuaikan bahan tradisional agar cocok dengan agama yang baru mereka peluk), serta sebagai kebutuhan yang lazim untuk menjelaskan bencana alam yang tidak dapat dikendalikan oleh masyarakat-masyarakat purba.

 

Dari beberapa sumber.

 

9 Comments

Fri

15

Oct

2010

Kuat Seperti Pohon Korma

Pohon Korma, adalah palem-paleman yang sangat bermanfaat bagi manusia. Alkitab banyak sekali mencatat pohon korma. Orang percaya disamakan dengan dengan pohon korma.

 

Pohon korma yang hidup di padang pasir yang panas, tumbuh pohon korma yang baik. Pohon korma tumbuh di dekat sumber air. Oasis di padang gurun biasanya ditandai dengan hadirnya pohon korma.

 

Bagaimana petani pohon korma menamam pohon korma di tengah padang pasir yang rawan dengan angin yang dapat menerbangkan biji pohon korma. Bagaimana pohon tersebut bertahan menghadapi lingkungan padang pasir yang terkadang tidak bersahabat?.

 

Menamam pohon korma di padang gurun tidak sama dengan menaman pohon korma misalnya di Indonesia. Di Indonesia, biji pohon korma cukup ditabur di tanah berpasir, maka pohon itu dapat tumbuh dengan baik tetapi kualitas buah tidak sesuai dengan harapan.

 

Biji pohon korma di tanam ke pasir lalu ditutup dengan batu. Batu memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas. Hambatan pertumbuhan batang membuat pertumbuhan akar maksimal. Pertumbuhan akar yang kuat memungkin korma bertahan menghadapi tiup angin di padang pasir yang dapat menerbangkan tanaman bila akar pohon itu tidak kuat mengikat pasir.

 

Tuhan menghendaki kita kuat seperti pohon korma. Seperti pohon korma yang mengakar dahulu dan setelah akar tumbuh kuat dan besar maka batu yang menutupi pertumbuhan batang akan terguling karena petani meletakkan batu yang tidak melampaui kekuatan pohon korma untuk muncul menumbuhkan batang yang kemudian diikuti daun lalu buah.

 

Firman Tuhan menasehati agar kita berakar dalam Kristus sertadi dasarkan di dalam kasih. (Kolose 2:7; Ef 3:1). Dengan berakar yang kuat dalam iman kepada Yesus Tuhan maka kita dapat teguh dalam perjalanan hidup dalam rencana Allah yang indah, kekal dan tak berkesudahan. Tanpa berakar maka tak mampu meraih segala janji Allah. (Luk 8:13; Mrk 4:17)

 

Kuat seperti pohon korma sesuatu yang diinginkan oleh Tuhan. Kuat seperti pohon korma menjadikan kita bukan saja menjadi petunjuk keberadaan air yang diperlukan untuk hidup, menjadi tempat perteduhan di terik panas tetapi berbuah sampai tua.

 

Pohon Korma menghasilkan buah korma dan buah korma adalah buah yang beraneka berkhasiat, memiliki nilai ekomonis yang tinggi. Kita sebagai orang percaya diharapkan seperti pohon korma yang di cari orang di saat orang kehausan dan lapar di padang pasir.

9 Comments

Sat

08

May

2010

Konstantinus Agung

Kaisar Konstantimus Agung ( 27 Febuari 272 - Mei 337) adalah kaisar Romawi yang terkenal karena tiga perbuatannya bagi gereja Tuhan.

 

Perkara pertama ialah mengakui dan menerima agama kristen sebagai agama yang sah di kekaisaran Romawi pada tahun 313. Menurut ahli sejarah, ada dua alasan kaisar mengeluarkan Edik Milano (surat penetapan agama Kristen sebagai agama sah).

  1. Alasan politik, Kaisar menilai bahwa penganiayaan terhadap orang Kristen melemahkan kesatuan, apalagi Romawi sedang berperang melawan Persia. Selain itu, walaupun jumlah orang Kristen tidak lebih dari 10 % tetapi pajak mereka sangat membantu keuangan negara, karena orang Kristen taat membayar pajak.
  2. Alasan Rohani, Pada tahun 312 dalam sebuah peperangan yang sangat melelahkan dan pasukan Konstantinus hampir menyerah, tiba-tiba terdengar suara dari luar kemah kaisar, "Dengan tanda ini, engkau akan menang". Kaisar keluar kemah dan melihat tanda salib di langit. Ia mengatakan kepada pasukannya, "Aku mendengar suara Tuhan istriku dan memberikan tanda salib untuk mendapatkan kemenangan." Tiba-tiba, seluruh pasukan seperti mendapatkan semangat baru untuk menyerang musuh mereka. Ternyata, mereka menang. Kemenangan ini sangat berkesan pada Konstantinus Agung yang mendorongnya untuk mengakui dan menerima agama Kristen.

Konstantinus Agung tidak hanya mengakui agama Kristen, tetapi juga memulihkan gereja. Gedung-gedung yang dihancurkan pada masa penganiayaan diperbaiki dengan biaya dari kas negara. Para imam dibebaskan dari pajak dan selalu dilibatkan dalam upacara negara. Pada masa Konstantinus Aging ini, gereja sungguh-sungguh menikmati kebebasan dan kemenangan.

 

Perkara kedua. Kaisar Konstantinus menetapkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Yesus Kristus yang diperingati secara resmi oleh negara. Sebelumnya, gereja hanya memperingati kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Bahkan gereja cenderung memandang rendah peringatan hari ulang tahun.

 

Sehubungan dengan penetapan tanggal 25 desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, ada dua pendapat:

  1. Kaisar masih menyembah Dewa Matahari. Oleh karena itu, kaisar menjadikan hari kelahiran Dewa Matahari menjadi hari kelahiran Yesus adalah rasa hormatnya  kepada Dewa Matahari. Jadi, penentuan itu didorong oleh kekafiran kaisar. Itulah sebabnya sejumlah gereja tidak bersedia merayakan Natal pada 25 Desemberr karena dipandang bersifat kafir.
  2. Kaisar, walaupun belum Kristen tetapi sangat menghormati agama Kristen, sehingga ia ingin menjadikan semua warga menghormati Yesus Kristus dengan cara memperingati hari kelahiran-Nya. Waktu itu, hanya sebagian saja masyarakat Romawi yang beragama Kristen. Dengan penetapan hari Natal itu, mau tidak mau, semua masyarakat ikut merayakan hari kelahiran Yesus Kristus.

Perkara Ketiga, Kaisar Konstantinus yang meminpin sinode di Nicea pada tahun 325 yang merumuskan ajaran tritunggal. Saat itu, ada masalah antara arianisme yang mengajarkan Yesus lebih rendah daripada Allah Bapa dan Athanasius  yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah. Konstantinus berjasa menyelamatkan gereja dari kemungkinan perpecahan karena ajaran tersebut.

 

Karena banyaknya jasa Konstatinus Agung pada gereja masa itu, maka gereja membalas budi dengan mengangkat Kostantinus sebagai bunda gereja, yaitu orang-orang yang melindungi dan menyediakan semua kebutuhan gereja.

 

Sema hidupnya, Kaisar Konstantinus Agung mengabdikan hidupnya termasuk bagi pekerjaan gereja. Salah satu prestasinya ialah mewujudkan kesatuan gereja. Dengan segenap hatinya, ia menjaga keutuhan gereja dengan menghukum ajaran-ajaran sesat yang mencoba merusak keutuhan gereja Tuhan.

 

Pada tahun 330, Kostantinus Agung memindahkan ibukota kerajaan Romawi ke Byzantium. Kota inilah kemudian diberi nama Konstantinopel yang disesuaikan dengan nama pendirinya, yaitu Konstantinus Agung. Kota ini jugalah yang pada akhir abad ke-15 ditaklukan oleh Turki dan diubah menjadi negara Turki.

 

Menurut cerita, Konstantinus Agung dibaptis di hadapan publik beberapa saat sebelum kematiannya pada tahun 337.

 

______

Edi Suranta Ginting.

13 Comments

Wed

05

May

2010

Mutiara

Proses Pembentukan Mutiara

Mutiara dihasilkan secara alami dan juga rekayasa manusia. Teknik rekayasa ditemukan oleh orang Jepang, Mikimoto di awal abad yang lalu. Mengigat potensi mutiara sehingga Jepang merahasiakan hal ini sampau tahun 1980an. Jepang mengembangkan usahanya dibegara negara lain di kawasan Pasifik. Indonesia telah menjadi salah satu penghasil mutiara utama dunia bersama Jepang, China dan Australia.

 

Bentuk rekayasa dengan grafting  atau sending atau juga implantation, yaitu dengan menyisipkan inti (nucleus) bersama selembar organ mantel "Saibo" ke dalam kerang mutiara. Organ mantel ini diambil dari individu kerang mutiara lainnya dan berperan sebagai donor. Pemilihan donor menentukan kualitas mutiara terutama warna, bentuk dan kemilau......

 

Di alam, mutiara terbentuk akibat adanya irritant yang masuk ke dalam matel kerang mutiara. Fenomena adanya irritant sering ditafsirkan dengan masuknya pasir atau benda padat ke dalam mantel dan kemudian benda ini akan terbungkus nacre sehingga jadilah mutiara.

 

Secara tiori Elisabeth Strack mendeskripsikan terbentuknya mutiara alami terbagi atas dua bagian besar, terutama akibat irritant dan masuknya partikel padat ke dalam mantel moluska. Bagian epithelium mantel yang masuk ke dalam rongga mantel tersebut. Epithelium bertuhas mengeluarkan/ mendeposisikan nacre pada bagian dalam cangkang kerang disamping membentuk keseluruhan cangkang.

 

Teori irritant mengungkapkan pada saat unung mantel sang kerang dimakan ikan yang disebabkan kerang membuka cangkang dan menjulurkan bagian mantelnya untuk menyerap makanan. Saat mantelnya putus, bagian remah eptihelium masuk ke dalam rongga mantel.

Teori irritant juga mengungkapkan kemungkinan lain akibat masuknya cacing yang biasa menempel di moluska pada masa perkembangannya berpindah ke organisme lain. Cacing merusak dan memasuki rongga mantel. Bila cacing mati dalam rongga mantel, maka cacing akan terbungkus epithelium, membentuk kantung mutiara dan menjadi mutiara. Kalau cacing bisa melepaskan diri. maka epithelium yang tinggal dalam rongga mantel, membentuk kantung mutiara dan jadi mutiara.

 

Teori kedua adalah masuknya partikel padat ke dalam rongga mantel, namun tiori yang tua ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung.

 

Karakteristik Mutiara

Komposisi mutiara alami kebanyakan didominasi nacre sedangkan hasil budisaya di dominasi bagian inti.

Warna Mutiara

Kisaran warna mutiara cukup luas, dari hitam sampai perak. Warna alami mutiara bukan saja ditentukan warna dasar necre mutiara itu sendiri yang dibentuk pigmen warna di bagian matrik organik yang mengikat ubin nacre namun juga berkombinasi dengan warna overtone dan irredescence. Pinctadata maxima membuktikan warna nacre juga ditentukan oleh adanya "kekacauan" sahaya dalam daerah ikatan antar ubin aragonite yang membentuk nacre. Irridescence atau orient muncul bagaikan pelanggi, sebetulnya merupakan fenomena optik akibat dari lapisan nacre yang membuat difraksi cahaya yang berbeda beda, fenomena ini lebih jelas dari dalam dari cangkang dari pada mutiara itu sendiri, terjadi akibat terbentuknya garis-garis pertumbuhan. Sementara overtune adalah sinar cahaya warna yang muncul di permukaan mutiara sehingga terlihat berkilau.

 

Lustru MUtiara.

Lustru diukur dari daya pantul nacre terhadap obyek di dekatnya. Bila daya pantulnya sempurna maka nacre akan menyerupai cermin yang memantulkan cahaya dan image. Bila nilai lustre rendah bila necre terlihat warna kusam, kabur dengan daya pantul rendah. Lustre juga ditentukan oleh komposisi ubin necre sehingga menciptakan difraksi cahaya tertentu dan membuat nacre kelihatan buram.

 

Bentuk Mutiara.

Bentuk mutiara dikelompokkan menjadi : spherical (bulat bola), simetris dan baroque. Bentuk Spherical adalah bentuk umum yang dihasilkan mutiara budiadaya dan yang paling diminati oleh konsumen. Bentuk yang benar benar bulat jarang ditemukan terlebih dari mutiara alam. Mengigat model terbentuknya mutiara karena mengikuti kontur inti, sehingga dibuatlah inti bundar dengan maksud menghasilkan mutiara yang bundar pula. Bentuk simetris adalah bentuk mutiara apabila dibelah maka setengah bagiannya akan sama dengan bagian yang lain. Bentuk umum mutiara simetris adalah bentuk buah pir atau air mata. Bentuk baroque adalah bentuk bangunan mutiara abstrak, memiliki banyak tonjolan sana-sini tidak simetris. Bentuk ini banyak ditemukan di mutiara alami.

 

Kontur Permukaan.

Mendapatkan mutiara dengan permukaan yang sangat licin pun tidak gampang. Mutiara yang memiliki goresan atau tonjolan-tonjolan kecil dipermukaan disamping kurang indah secara estetika juga beresiko mengelupas bila bergesekan. Keadaan permukaan juga akan mempengaruhi warna dan lustre dari mutiara.

 

Berat Mutiara.

Umumnya berat mutiara diekspresikan denagn carat, grain dan momme atau dalam jumlah pembelian banyak ditakar ukuran diameter disamping faktor-faktor penentu kualitas mutiara.

Satu karat - 4 grain = 200 miligram = 1/5 gram.

satu momme = 18,75 carat= 3750 millligram = 3,75 gram

 

Menentukan Kualitas Mutiara.

Secara umum mutiara ditentukan oleh :

  1. Ukuran mutiara. Semakin besar makin mahal terutama dengan diameter di atas 7 militer.
  2. bundar tidak mutiara. semakin bundar cenderung disukai, namun ada bentuk tertentu seperti air mata disukai konsumen.
  3. Lustre mutiara atau daya pantul.
  4. Permukaan tidak cacat, goresan atau bercak di permukaan yang menurunkan kualitas mutiara.
  5. warna mutiara. Amerika menyukai warna pink, Eropa warna krem dan perak, Timer tengah warna krem dan emas, Amerika Selatan warna Emas.

parameter lainnya adalah :

  • Mutiara terbungkus nacre (nacreous) atau tidak (non-nacreous)
  • Mutiara terbentuk alami atau hasil budidaya.
  • Mutiara air laut atau air tawar. Bila air Laut apakah mutiara Akoya, South Sea atau Tahiti?

 

Mutiara Dalam Alkitab.

  1. Mutiara adalah komoditi perdagangan dan benda di cari sebagai kebanggaan dan sebagai perhiasan. (Why 18:12,16 ) dll.
  2. Alkitab menyarankan agar berpenampilan sederhana tidak memakai yang mahal-mahal termasuk mutiara. (1 Tim 2:9)
  3. Memiliki hikmat lebih baik dari pada mutiara. (Ayub 28:18)
  4. Mutiara yang sangat Indah dipakai sebagai perumpamaan oleh Yesus tentang hal Kerajaan Sorga. (Mat 13:45)
  5. Setiap pintu gerbang di sorga terdiri dari satu mutiara. (Why 21:12)

 Penafsiran dari pintu gerbang sorga bermutiara.

Pintu gerbang adalah pintu masuk. Pintu gerbang sorga bermutiara sebab orang yang datang dan tinggal dalam sorga adalah suatu mutiara yang bagi Allah. Mutiara yang terjadi atau terbentuk akibat iritasi yang disebabkan ikan atau cacing yang merusak rongga matel disamping teori terdahulu yakni akibat kemasukan pasir melukiskan Kristus yang mengeluarkan aneka luka-luka dan iritasi untuk menebus umat-Nya dan juga perjalanan hidup umat-Nya yang dipersamakan dengan seorang pengembara dan orang asing di bumi yang mengalami aneka iritasi. Segala iritasi / luka-luka yang dialami semasa di bumi akan menjadi sesuatu yang berkilau dan indah/menarik terlebih-lebih diikuti tindakan pengampunan. Kerang mutiara yang iritasi yang menyebabkan "terluka/iritasi" menghasilkan mutiara, umat-Nya pun yang alami luka atau iritasi menghasilkan sesuatu yang indah dan berharga di mata Tuhan. 

 

 

1 Comments

Sat

01

May

2010

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi dipermukaan bumi.

Guncangan ini bersifat mendadak dan belum ada metode pendugaan yang akurat kapan bencana alam berupa gempa bumi akan terjadi.

 

Penyebab gempa bumi dibedakan menjadi :

  1. Proses tektonik akibat pergerakan lempengan / kulit bumi.
  2. Aktivitas sesar di permukaan bumi.
  3. Pergerakan geomorfologi secara lokal contoh runtuhan tanah.
  4. Aktivitas gunung berapi / vulkanik
  5. Gempa ulah manusia, misal ledakan nuklik, senjata pemusnah masal atau peledak daya ledak tinggi.

Yesus memberitahukan kepada kita bahwa menjelang kedatangan-Nya akan terjadi gempa bumi. Semakin tinggi frekuensi gempa seharusnya semakin mengigatkan kita bahwa waktunya tidak lama lagi. ( Mat 24:7; Luk 21:11; Mrk 13:8). Semakin sering gempa membuat manusia memiliki pengetahuan untuk tanggap darurat menghadapi gempa bumi, namun bagaimana bila gempanya sangat hebat? (Why 16:18)

 

Bumi akan lenyap. Gempa adalah salah satu tanda dari kedatangan-Nya. Bumi akan lenyap namun Dia menciptakan yang baru yang tidak dapat diguncangkan. Gempa bumi mengigatkan kita bahwa segala sesuatu yang ada dapat digoncangkan agar yang tidak tergoncangkan, agar Kerajaan-Nya yang kekal tak tergoncangkan menjadi bagian hidup anak-anak-Nya. 

8 Comments

Tue

27

Apr

2010

Josep Mohr

Malam Kudus pertama kali dinyanyikan di Gereja St. Nikolas - Austria pada tanggal 25 Desember tanpa diringi orgel. Lagu tersebut kemudian dinyanyikan secara berkelanjutan. Lagu adalah gubahan "anak haram" yang banyak mengalami penolakkan yang pada masa kecilnya bernama Josepf Mohr.

 

Josepf Mohr lahir di Salzburg, ibunya bernama Anna, seorang petenun sederhana yang jatuh cinta dengan seorang prajurit sehingga hamil dan prajurit tidak mau bertanggung-jawab. Anna masih mencamtumkan nama prajurit itu dalam nama anaknya dan kemudian seorang algojo bersedia menjadi wali baptisnya anaknya setelah alami banyak penolakkan.

 

Josepf Mohr kemudian masuk biara di Kremsmunter. Dalam pendidikan di biara itu kecermerlangan bakatnya di bidang musik mulai tampak. PAda umur 16 tahun masuk sebuah seminari dan dalam usia 22 tahun menjadi pastor pembantu di gereja St. Nikolas Austria. Di gereja ini ia bertemu dengan Franz Gruber yang nantinya mengubah lagu untuk malam kudus.

 

Menjelang natal 1811, mengunjungi seorang ibu yang baru saja melahirkan lalu mengalirlah sebuah puisi yang mengambarkan intisari peristiwa natal yang agung, yakni kelahiran Yesus Kristus, Putra Allah ke tengah-tengah dunia. Saat hendak mengubah puisi menjadi sebuah lagu, orgel gereja rusak, lalu ia mendatangi sahabatnya Franz Gruber dan mendesaknya Gruber menyusun melodi puisi yang telah ditulisnya.

 

Tuhan memberkati, sehingga Gruber dalam tempo singkat dapat menyusun melodi puisi sehinnga pada tanggal 25 Desember 1818, lagu Malam Kudus dikumandangkan dan sungguh-sungguh mempersona anggota gereja yang hadir.

 

Lagu segera populer dan berita yang edar luas ialah bahwa penciptanya adalah Michael Haydn, saudara Jeseph Haydn. Raja Frederick Wilhelmus mencari tahu tentang lagu tersebut dan sejarahnya dan berjumpa dengan Felix Gruber anak Franz Gruber. Raja pun menetapkan lagu Malam Kudus gubahan Mohr dan Gruber.

____

Sumber : Edi Surata Ginting.

5 Comments

My new Jimdo-Page

Let's get it started: Just click on Login, enter your password and start off.

 

Please note: You can change or delete all the text and images on this page. It's just a sample!

 

If you need help: Check the Help section, the Forum or write an E-Mail to support@jimdo.com

Your site without ads:

Get JimdoPro!

Hey visitor!

peluang usaha